i feel it all.

feel free to feel (ME)

0 notes

Selamat Datang

Selamat tinggal adalah awal bagi selamat datang.

Hai, si selamat datang. Semoga kamu nyaman memulai semuanya, dari awal.

Welcome to my world!

0 notes

Ketika bertuhan saja tak cukup membuatmu jauh dr sesat, maka keimanan itu baru kau cari. Kemana saja kau selama ini? Terlalu jauh tersesat atau terlalu menikmati kesesatanmu? Ketika kau bertanya dan semua sudah terlalu jauh membawamu ke dalam gelap, kau pun menyadari cahaya itu selalu berada di sana. Setia menunggumu pulang. Dia tak kemana-mana sepertimu yang tak bertuan.

2 notes

Memulai dan Mengakhiri

Kata orang memulai sesuatu yang baru dan belum pernah dilakukan adalah hal tersulit. Sulit membiasakan diri untuk melakukan hal baru.
Kata orang kita bisa karena biasa. Oleh karena itu jika ingin bisa biasakanlah melakukan hal itu. Mulailah untuk memulai.
Dan ketika ketika sudah memulai, ternyata mengakhiri pun menjadi hal yang sulit untuk dilakukan kemudian.
Jadi, lebih sulit mana? Memulai atau mengakhiri?

2 notes

Surat untuk Tuhan

Kepada Tuhan,

Setelah sekian lama saya ga nulis di blog, akhirnya saya muncul dengan sejumlah curhatan yang dengan gengsi saya rubah menjadi kalimat-kalimat silogisme yang bagi sebagian orang tidak bermakna. Saya mohon maaf atas hal itu. Tapi sebagaimana dijelaskan di beberapa sumber terpercaya bahwa Tuhan tidak pernah tidur dan selalu ada bahkan dalam setiap tarikan napas yang kita hembuskan kembali, saya merasa tidak ada yang salah dengan tulisan saya kali ini.

Orang jahat adalah orang yang berlaku buruk dan salah kepada orang baik.

Orang yang berbuat buruk dan salah kepada orang jahat kita sebut sebagai pahlawan.

Subjektif.

Dasar pemikiran di atas menurut saya ada yang salah. Ada hal yang kembali mengganggu pikiran saya ketika memikirkannya. Adakah yang salah ketika superhero membunuh lawan-lawannya? Adakah yang salah ketika sekelompok orang merampok bank? Ketika tahu superhero itu salah membunuh orang, dia tidak lantas menjadi jahat. Subjektif. Ketika para merampok ternyata menggunakan uang curiannya untuk dibagikan kepada rakyat miskin, lantas mereka menjadi hero juga. Subjektif.

Baik jadi buruk, buruk jadi baik. Hampir tidak ada yang bisa melihat sesuatu dari benar salah. Katanya sih yang baik belum tentu benar. Tapi yang benar pasti baik. Lagi-lagi pernyataan yang “katanya” itu harus saya kategorikan subjektif.

Salahkan Einstein membuat teori relatifitas. Sehingga semua yang ada di dunia ini jadi dipandang relatif. Tidak ada yang pasti. Ini yang sering membuat generasi masa kini merasakan yang namanya “galau”. Karena apa yang mereka pilih selalu berujung pada ketidakpastian. Tapi toh hidup memang selalu tentang memilih dan berjudi. Tidak ada yang tahu pasti apa dampak dari pilihan yang kita ambil. Layaknya hidup dan mati. Tidak ada yang tahu kapan pastinya dimulai dan kapan akan berakhir. Pada akhirnya, pilihan yang kita ambil sedikit banyak bergantung kepada pandangan orang ketiga, keempat, kelima, yang lagi-lagi, subjektif.

Ketika semua yang ada di dunia ini berlaku subjektif, saya masih punya satu pengharapan, Tuhan. Semoga Tuhan tidak berlaku subjektif dalam menilai makhluk ciptaannya.

Tuhan, tolong jaga saya, dia, dan mereka, dari kesubjektifan yang membuat kami lupa, bahwa masih ada Tuhan yang tidak subjektif dalam menilai kami. Semoga perjalanan ini Kau berkati.

Aamiin.

Hormat saya,

Salah seorang umatmu yang tersesat

0 notes

Bad people is who did bad thing to good people. Who did bad thing to bad people is a hero. Subjective.